Kisah mengharukan seorang supir becak yang akrab disapa Udin (Amarudin Kati, 58, warga Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu
Barat), Udin yang sehari-hari menarik becak motor kini bisa naik haji.
Udin dengan giat menyisihkan uang 20ribu hasil dari pendapatan menarik becak dengan niat untuk naik haji kini iya tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya saat Walikota Tatong Bara
melepas resmi keberangkatan 115 Jemaah Calon Haji (JCH) Kotamobagu,
Kamis (10/9), di Aula Kantor Walikota.
Ya, penantiannya untuk bisa menunaikan ibadah haji ke tanah suci
tinggal beberapa hari lagi terwujud. 12 Agustus mendatang mereka akan
diberangkatkan. Untuk bisa mewujudkan niatnya, kerja keras dan tak kenal
lelah dia lakukan.
Amarudin setiap hari hanyalah berprofesi sebagai sopir becak motor
(Bentor). Biaya yang dia gunakan untuk naik haji ini adalah buah dari
ketekunannya menabung Rp20 ribu per hari dan dia lakukan selama
bertahun-tahun.
Karena niat yang besar menuju Tanah Suci, setiap hari dia bangun pagi
mencari rezeki dari bentor. Ke luar pagi pukul 06.00 Wita hingga tengah
malam. Sebagian besar pendapatan dia gunakan memenuhi kebutuhan hidup
keluarga setiap hari. Sedangkan Rp20 ribu langsung ditabung.
“Rata-rata pendapatan saya di bentor Rp50 ribu setiap hari. Saya
sisihkan Rp20 ribu setiap hari secara konsisten. Apapaun terjadi, saya
tidak pernah menyentuh tabungan itu. Niat saya hanya ingin ke
Baitullah,” dengan mata berkaca-kaca.
Berkat kegigihannya menabung, 2012 lalu tabungannya sudah cukup untuk
mendaftarkan diri ke Kementerian Agama Kotamobagu. Dan akhirnya pada
musim haji 1438 Hijiriah ini, Papa Ayu, sapaan akrabnya, bisa ke Tanah
Suci bersama 114 JCH Kotamobagu Lainnya.
“Syukur dan sujud ini Allah dengar. Saya bisa ke rumah Allah. Saya
berdoa, agar amal saya dan keluarga, serta seluruh umat muslim, Allah
terima dan selalu memudahkan keluarga lainnya untuk bisa ke tanah suci.
Amin ya Allah,” ucapnya.
Sumber kroniktotabuan
Editor/Rewrite n0x