Robot buatan 10 siswa Madrasah Aliyah Technonatura, Depok, Jawa Barat
yang tergabung dalam Tim Never Before berhasil mengangkat nama baik siswa indonesia dengan meraih medali perak kejuaraan
robot internasional. Kecanggihan robot bernama WowWi itu mengalahkan 158
robot dari negara lain yang bertanding dalam First Global Challenge
Olympic Robot Competition 2017, pada 16-18 Juli di Washington DC,
Amerika Serikat. Robot karya siswa tim tuan rumah meraih medali emas.
“Keunggulan dari WowWi adalah memiliki sistem operasi semacam
autolock
untuk mengunci target yang akan ditembak. Sistem ini tidak diterapkan
sama robot-robot kontestan lain. Ini yang membuat juri kagum dan
memberikan nilai di atas rata-rata untuk WowWi. Mereka (juri) bahkan
dengan bercanda bilang ‘sistem ini kami kira akan ada pada robot-robot
buatan Jerman dan Prancis atau negara dari eropa lainnya. Tapi ternyata
dari robot Indonesia’,” ucap Hisyam Wahono (14), anggota Tim Never
Before, di Qubicle Center, Jakarta, Minggu 30 Juli 2017.
Ia
mengatakan, dalam kontes ini, semua robot juga harus bisa memisahkan air
kotor dan bersih, yang direpresentasikan dalam bola oranye dan biru.
Menurut dia, ada 7 babak berbeda yang harus dilakoni para kontestan
untuk memenangi kejuaranan. “Kami kalah di babak pertama, hub roda WowWi
bermasalah. Kami mengubah strategi di enam babak selanjutnya dengan
memperlihatkan kelebihan sistem pengunci target tadi. Desain WowWi
terinspirasi dari tank,” katanya.
Kepiawaian WowWi dalam memilah air bersih dan kotor tersebut sesuai dengan tema kejuaraan tahun ini, yakni
Acces to Clean Water.
Semua robot juga harus mampu menunjukkan cara yang cepat dan efisien
untuk lepas dari terjangan banjir. “WowWi dilengkapi hidrolik yang bisa
naik turun dengan cepat untuk terhindar dari kondisi itu. Pembuatan
WowWi hanya dua bulan dan menggunakan bahan-bahan terbatas yang
diberikan panitia,” kata Hisyam.
Dikendalikan remote
WowWi dilengkapi dua fitur spesial bernama
Smart Robot Locator dan
Inertia Meassurement Unit. WowWi dikendalikan melalui
remote
yang terhubung dengan wifi berperangkat sistem Android Studio. “Kami
harus beradaptasi dengan teknologi ini karena baru pertama kali,”
ucapnya.
Kepala Sekolah MA Technonatura Tras Rustamaji mengatakan,
pemanfaatan dan pengembangan teknologi menjadi landasan utama dalam
menyusun kurikulum di sekolah tersebut. “Dengan rumus STEAM (
Science Technology Engineering Art Mathematics) ini kami bisa mendidikan anak-anak sesuai dengan minat dan bakatnya. Semoga prestasi ini terus meningkat,” ujarnya.
Tim
Never Before mendapat dukungan penuh dari PT Telekomunikasi Indonesia.
Biaya riset, dukungan internet berkecepatan tinggi dan akomodasi selama
di AS semuanya ditanggung PT Telkom. “Dukungan kami terhadap Tim Never
Before ini membuktikan bahwa Telkom sangat serius membina dan memotivasi
generasi milenial sebagai inventor of things, masa depan dalam hal
inovasi dan teknologi. WowWi merepresentasikan kesiapan kami dalam
membangun pelayanan prima terhadap 200 juta konsumen,” ujar pendamping
Tim Never Before dari PT Telkom, Sri Safitri.
sumber pikiranrakyat