ZONAINFORMASI - Hipertensi atau yang lebih dikenal sebagai masalah tekanan darah tinggi
adalah salah satu penyakit yang cukup terkenal dikalangan masyarakat
Indonesia. Riset Kesehatan sekitar tahun 2013 diketahui
lebih dari 24,8 persen masyarakat Indonesia yang berusia di atas 18 tahun
mengidap Hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Hipertensi terjadi karena tekanan pada pembuluh darah arteri meningkat
dengan signifikan. Pakar kesehatan sendiri menyebut hipertensi sebagai
salah satu penyakit yang sangat mematikan secara diam-diam. Karena tidak
menimbulkan gejala yang jelas namun bisa secara tiba-tiba memicu
komplikasi yang berbahaya.
Beberapa Pakar kesehatan menyebutkan bahwa ada sebagian orang yang memiliki
faktor resiko terkena hipertensi, yakni mereka yang sudah berusia
lanjut, cenderung mengkonsumsi banyak garam setiap hari, memiliki
riwayat hipertensi pada keluarganya, mengalami masalah kelebihan berat
badan, tidak menerapkan pola makan yang sehat, malas berolahraga, dan
suka mengkonsumsi kopi dan minuman keras.
Jika anda memiliki salah satu dari faktor resiko tersebut, ada
baiknya anda mulai mewaspadai masalah kesehatan ini. Mengingat gejala
hipertensi tidak begitu jelas, ada baiknya mereka yang memiliki faktor
resiko hipertensi melakukan pemeriksaan darah secara rutin setidaknya
sekali setiap tahun.
Jika hal ini tidak dilakukan dan kita menerapkan gaya hidup yang
tidak sehat, dikhawatirkan kita justru akan meningkatkan resiko terkena
penyakit berbahaya layaknya stroke atau serangan jantung. Untuk mencegah
hipertensi dapat dilakukan dengan aksi Cerdik, seperti dikutip
doktersehat.com.
Periksa kesehatan secara rutin
Tekanan darah adalah satu cara deteksi dini risiko hipertensi, stroke,
dan penyakit jantung. Lakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.
Pemeriksaan dikategorikan normal jika masih dibawah 140/90 mmHg. Untuk
pemeriksaan penunjang dapat juga dilakukan pemeriksaan darah lengkap di
laboratorium sesuai anjuran dokter.
Jauhi asap rokok
Kebiasaan merokok disebut-sebut sebagai salah satu penyebab utama
mengapa banyak orang di Indonesia terkena masalah hipertensi. Racun di
dalam rokok ternyata memang mampu meningkatkan tekanan darah sekaligus
resiko terkena penyakit jantung, stroke, hingga penyakit paru-paru.
Rajin Berolahraga
Aktifitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang diakibatkan kerja otot
rangka dan meningkatkan pengeluaran tenaga atau energi. Aktivitas fisik
dapat dilakukan di rumah, di tempat kerja, di sekolah, di perjalanan,
maupun di tempat umum.
Dengan rajin beraktivitas fisik maka kesehatan jantung dan pembuluh
darah akan meningkat sekaligus menurunkan tekanan darah. Lakukan
aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari contohnya aktivitas yang
dapat dilakukan adalah berjalan cepat pada permukaan rata, memotong
rumput, berkebun, mencuci mobil, membersihkan rumah, mengepel lantai,
dan sebagainya. Pastikan cukup minum ketika beraktivitas fisik, bila ada
keluhan konsultasikan ke dokter.
Pola Makan Seimbang
Bijaklah dalam memilih makanan, biasakan untuk memilih makanan yang kaya
serat dan rendah lemak jika Anda ingin mencegah hipertensi.
Biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran sangat direkomendasikan untuk
dikonsumsi secara rutin. Selain itu, cobalah untuk mengurangi asupan
garam hingga tidak lebih dari 1 sendok teh perhari.
Istirahat cukup
Setiap orang pastinya membutuhkan istirahat agar tubuh dan pikirannya
kembali segar. Namun apakah Anda yakin pola tidur Anda sudah sesuai
dengan kebutuhan istirahat? Waktu tidur yang dianggap baik adalah 6-8
jam per hari dan pastikan tidur Anda berkualitas.
Hindari stress
Walaupun kita terbiasa terhadap tingkat stress yang tinggi, bukan
berarti kita bisa menghadapi stress tersebut. Setiap orang memiliki
batas kritis yang berbeda. Untuk mengelola stress dapat dilakukan dengan
beberapa hal seperti: mengembangkan hobi yang bermanfaat, tenangkan
pikiran dengan relaksasi, meningkatkan ibadah, dan melakukan aktifitas
fisik dan olahraga
Dengan melakukan beberapa tips di atas diharapkan tekanan darah tinggi atau hipertensi akan jauh dari anda, selamat mencoba !!